Senin, 22 Desember 2014

PENILAIAN BERBASIS KELAS DAN PENETAPAN KKM



A.      Penilaian Berbasis Kelas
1.      Pengetian Penilaian Berbasis Kelas
Penilaian Berbasis Kelas (PBK) adalah penilaian yang dilakukan oleh guru dalam rangka proses pembelajaran. PBK merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru  untuk menetapkan tingkat pencapaian dan penguasaan peserta didik terhadap tujuan pendidikan ( standar komptensi, komptensi dasar, dan indikator pencapaian hasil belajar). Penilaian Berbasis Kelas merupakan prinsip, sasaran yang akurat dan konsisten tentang kompetensi atau hasil belajar siswa serta pernyataan yang jelas mengenai perkembangan dan kemajuan siswa. maksudnya adalah hasil Penilaian Berbasis Kelas dapat menggambarkan kompetensi, keterampilan dan kemajuan siswa selama di kelas.
Depdiknas (2002), menjelaskan bahwa Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan salah satu komponen dalam kurikulum berbasis kompetensi. PBK itu sendiri pada dasarnya merupakan kegiatan penilaian yang dilaksanakan secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dengan mengumpulkan kerja siswa (portofolio), hasil karya (produk), penugasan (proyek), kinerja (performance), dan tes tertulis (paper and pen). Fokus penilaian diarahkan pada penguasaan kompetensi dan hasil belajar siswa sesuai dengan level pencapaian prestasi siswa.
Penilaian Berbasis Kelas mencakup kegiatan pengumpulan informasi tentang rencapaian hasil belajar siswa dan pembuatan keputusan tentang hasil belajar siswa berdasarkan informasi tersebut. Pengumpulan informasi dalam Penilaian Berbasis Kelas dapat dilakukan dalam suasana resmi maupun tidak resmi, di dalam atau di luar kelas, menggunakan aktualitas khusus atau tidak, misalnya untuk penilaian aspek sikap/ nilai dengan tes atau non tes atau terintegrasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran (di awal, tengah, dan akhir). Di sekolah sering digunakan istilah tes untuk kegiatan Penilaian Berbasis Kelas dengan alasan kepraktisan, karena tes sebagai alat ukur sangat praktis digunakan untuk melihat prestasi siswa dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditentukan, terutama aspek kognitif.

Jumat, 19 September 2014

MANUSIA DAN PERADABAN DAN DINAMIKA PERADABAN GLOBAL

A.      Hakikat Peradaban

Peradaban memiliki kaitan yang erat dengan kebudayaan. Kebudayaan pada hakikatnya adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemampuan cipta (akal) manusia menghasilkan ilmu pengetahuan. Kemampuan rasa manusia melalui alat-alat indranya menghasilkan beragam barang seni dan bentuk-bentuk kesenian. Sedangkan karsa manusia menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan, dan kebahagiaan sehingga menghasilkan berbagai aktivitas hidup manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
Koentjaraningrat (1990) berusaha memberikan penjelasan sebagai berikut. Istilah kebudayaan ada pula istilah peradaban. Hal ini adalah sama dengan istilah dalam bahasa Inggris civilization yang biasanya dipakai untuk menyebutkan bagian atau unsur dari kebudayaan yang harus maju dan indah.
Kebudayaan berasal dari kata culture, istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan.

Minggu, 14 September 2014

TEORI BELAJAR



Teori Belajar  secara umum semua teori belajar dikelompokkan menjadi empat golongan atau aliran yaitu;
1.      Behaviorisme (Tingkah Laku)
2.      Kognitifisme
3.      Humanistik, dan
4.      Sibernetik.

1.              Aliran Behaviorisme (Tingkah Laku)
Menurut aliran ini, belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Atau perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.

ADMINISTRASI KURIKULUM DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN



A.           Administrasi Kurikulum

1.    Pengertian Administrasi Kurikulum
Dalam kegiatan proses pembelajaran, kurikulum sangat dibutuhkan. Kurikulum sebagai pedoman untuk menyusun target dalam proses belajar mengajar. Namun, dalam memahami hakikat kurikulum sering kali terjadi perbedaan persepsi dan pemahaman.
Untuk itu berikut ini dikemukakan beberapa pengertian kurikulum tersebut:
a.       Kurikulum dipandang sebagai suatu bahan tertulis yang berisi uraian  tentang program pendidikan suatu sekolah yang harus dilaksanakan dari tahun ke tahun.
b.      Kurikulum dilukiskan sebagai bahan tertulis untuk digunakan para guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.
c.       Yang dimaksud dengan kurikulum adalah suatu usaha untuk menyampaikan asas-asas dan ciri-ciri yang penting dari suatu rencana dalam bentuk yang sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan guru di sekolah.
d.      Kurikulum diartikan sebagai tujuan pengajaran, pengalaman-pengalaman belajar dan cara-cara penilaian yang direncanakan dan digunakan dalam pendidikan.
e.       Kurikulum di pandang sebagai program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu.

Minggu, 24 Agustus 2014

Suka Duka Punya Wifi di Rumah

Internet di zaman modern seperti sekarang sudah merupakan kebutuhan pokok bagi hampir semua orang di dunia ini. Kecuali kalau kalian manusia primitif yang masih menggunakan baju dari daun atau kulit hewan. Enggak pembaca blog saya kayaknya pake baju yang terbuat dari kain semua, iya kain tisu. Eh salah kertas tisu yak. Kalau lagi internetan, mungkin kalian berpikir kalau pakai wifi atau hotspot lebih cepat gak pake loading lama, apa lagi kalau sudah menggunakan jaringan 4G atau 5G, uwow. Tapi kalau pake kabel juga gak kalah sih. Nah kalian pasti pernah berpikir untuk punya akses wifi sendiri di rumah. Siapa sih yang gak pengen punya wifi pribadi? Pasti kalian semua mau kan?

Senin, 04 Agustus 2014

Tentang MOS



Assalamu’alaikum……… Salam blogger.

Tak terasa udah masuk bulan Agustus, gak lama lagi saya ulang tahun yang ke 20. 

Sebenarnya postingan ini agak telat tapi gak masalah kan? *anggap saja saya punya pembaca setia gitu*kali ini saya akan membahas tentang MOS.

MOS itu apa sih? MOS adalah saat dimana adik2 yang baru pindang sekolah dari SD ke SMP dan dari SMP ke SMA disuruh berpakaian aneh-aneh sama kakak-kakak kelas yang mukanya GGS (galak-galak sedikit). Inilah fenomena yang  terjadi di Indonesia tercinta setiap memasuki tahun ajaran baru. Semoga tahun ini tidak ada MOS yang lebay-lebayan sampai menyiksa siswa-siswa baru yang sejatinya ingin mengenal lebih banyak tentang sekolah baru mereka bukan untuk disiksa atau apalah namanya.

Rabu, 18 Juni 2014

Apa yang Salah dengan Simulasi ?



Assalamu’alaikum Wr. Wb. 

Makin hari makin malas ngeblog nih, waduh

Oke oke sekarang saya akan membahas tentang apa yahh oh apa apa. Tentang simulasi aja kali yah, mumpung lagi libur. Saya mau mengingat-ingat kebali pengalaman simulasi yang pernah saya lalui sepanjang semester 4 ini. Iya, semester 4 adalah awal dari simulasi-simulasi yang akan kami lalui sebagai mahasiswa PGSD sampai semester 6 insyaAllah.
 

This Template Was Found On Elfrida Chania's Blog. Copyrights 2011.