Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah PGSD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah PGSD. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2015

ANALISIS BUTIR SOAL

A.      Pengertian Analisi Butir Soal

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.
Analisis butir soal yang dalam bahasa inggris disebut item analiysis dilakukan terhadap empirik. Maksudnya, analisis itu baru dapat dilakukan apabila suatu tes telah dilaksanakan dan hasil jawaban terhadap butir-butir soal telah kita peroleh. Analisis butir soal adalah suatu kegiatan analisis untuk menentukan tingkat kebaikan butir-butir soal yang terdapat dalam suatu tes sehingga informasi yang dihasilkan dapat kita pergunakan untuk memperbaiki butir soal dan tes tersebut.

Senin, 22 Desember 2014

PENILAIAN BERBASIS KELAS DAN PENETAPAN KKM



A.      Penilaian Berbasis Kelas
1.      Pengetian Penilaian Berbasis Kelas
Penilaian Berbasis Kelas (PBK) adalah penilaian yang dilakukan oleh guru dalam rangka proses pembelajaran. PBK merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru  untuk menetapkan tingkat pencapaian dan penguasaan peserta didik terhadap tujuan pendidikan ( standar komptensi, komptensi dasar, dan indikator pencapaian hasil belajar). Penilaian Berbasis Kelas merupakan prinsip, sasaran yang akurat dan konsisten tentang kompetensi atau hasil belajar siswa serta pernyataan yang jelas mengenai perkembangan dan kemajuan siswa. maksudnya adalah hasil Penilaian Berbasis Kelas dapat menggambarkan kompetensi, keterampilan dan kemajuan siswa selama di kelas.
Depdiknas (2002), menjelaskan bahwa Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan salah satu komponen dalam kurikulum berbasis kompetensi. PBK itu sendiri pada dasarnya merupakan kegiatan penilaian yang dilaksanakan secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dengan mengumpulkan kerja siswa (portofolio), hasil karya (produk), penugasan (proyek), kinerja (performance), dan tes tertulis (paper and pen). Fokus penilaian diarahkan pada penguasaan kompetensi dan hasil belajar siswa sesuai dengan level pencapaian prestasi siswa.
Penilaian Berbasis Kelas mencakup kegiatan pengumpulan informasi tentang rencapaian hasil belajar siswa dan pembuatan keputusan tentang hasil belajar siswa berdasarkan informasi tersebut. Pengumpulan informasi dalam Penilaian Berbasis Kelas dapat dilakukan dalam suasana resmi maupun tidak resmi, di dalam atau di luar kelas, menggunakan aktualitas khusus atau tidak, misalnya untuk penilaian aspek sikap/ nilai dengan tes atau non tes atau terintegrasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran (di awal, tengah, dan akhir). Di sekolah sering digunakan istilah tes untuk kegiatan Penilaian Berbasis Kelas dengan alasan kepraktisan, karena tes sebagai alat ukur sangat praktis digunakan untuk melihat prestasi siswa dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditentukan, terutama aspek kognitif.

Jumat, 19 September 2014

MANUSIA DAN PERADABAN DAN DINAMIKA PERADABAN GLOBAL

A.      Hakikat Peradaban

Peradaban memiliki kaitan yang erat dengan kebudayaan. Kebudayaan pada hakikatnya adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemampuan cipta (akal) manusia menghasilkan ilmu pengetahuan. Kemampuan rasa manusia melalui alat-alat indranya menghasilkan beragam barang seni dan bentuk-bentuk kesenian. Sedangkan karsa manusia menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan, dan kebahagiaan sehingga menghasilkan berbagai aktivitas hidup manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
Koentjaraningrat (1990) berusaha memberikan penjelasan sebagai berikut. Istilah kebudayaan ada pula istilah peradaban. Hal ini adalah sama dengan istilah dalam bahasa Inggris civilization yang biasanya dipakai untuk menyebutkan bagian atau unsur dari kebudayaan yang harus maju dan indah.
Kebudayaan berasal dari kata culture, istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan.

Minggu, 14 September 2014

TEORI BELAJAR



Teori Belajar  secara umum semua teori belajar dikelompokkan menjadi empat golongan atau aliran yaitu;
1.      Behaviorisme (Tingkah Laku)
2.      Kognitifisme
3.      Humanistik, dan
4.      Sibernetik.

1.              Aliran Behaviorisme (Tingkah Laku)
Menurut aliran ini, belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Atau perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.

ADMINISTRASI KURIKULUM DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN



A.           Administrasi Kurikulum

1.    Pengertian Administrasi Kurikulum
Dalam kegiatan proses pembelajaran, kurikulum sangat dibutuhkan. Kurikulum sebagai pedoman untuk menyusun target dalam proses belajar mengajar. Namun, dalam memahami hakikat kurikulum sering kali terjadi perbedaan persepsi dan pemahaman.
Untuk itu berikut ini dikemukakan beberapa pengertian kurikulum tersebut:
a.       Kurikulum dipandang sebagai suatu bahan tertulis yang berisi uraian  tentang program pendidikan suatu sekolah yang harus dilaksanakan dari tahun ke tahun.
b.      Kurikulum dilukiskan sebagai bahan tertulis untuk digunakan para guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.
c.       Yang dimaksud dengan kurikulum adalah suatu usaha untuk menyampaikan asas-asas dan ciri-ciri yang penting dari suatu rencana dalam bentuk yang sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan guru di sekolah.
d.      Kurikulum diartikan sebagai tujuan pengajaran, pengalaman-pengalaman belajar dan cara-cara penilaian yang direncanakan dan digunakan dalam pendidikan.
e.       Kurikulum di pandang sebagai program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu.

Minggu, 01 Juni 2014

METODE PENGAJARAN DALAM IPS DI SEKOLAH DASAR




A.           Pengertian Metode
Kata metode berasal dari bahasa latin yaitu “methodo” yang berarti “jalan”. Winarno Surachmad (1976:76) menyatakan bahwa metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan mengajar diartikan sebagai penciptaan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Lebih jelas lagi ia menyatakan bahwa metode mengajar adalah cara – cara pelaksanaan proses belajar mengajar, atau bagaimana teknisnya sesuatu bahan pelajaran diberikan kepada murid- murid di sekolah.
Metode adalah cara yang dianggap efisien yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan suatu mata pelajaran tertentu kepada siswa, agar tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya dalam proses kegiatan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif.
Sehubungan dengan hal tersebut seorang guru dituntut untuk menguasai macam macam metode mengajar sehingga dapat menentukan metode apa yang paling tepat digunakan dalam proses pembelajarannya, sehingga kecakapan dan pengetahuan yang diberikan oleh guru betul-betul menjadi milik siswa.

Selasa, 01 April 2014

Jenis-jenis Pendekatan dalam IPS di Sekolah Dasar



1. Pendekatan Disiplin atau Pendekatan Struktur
Pendekatan struktur atau pendekatan disiplin bertitik tolak dari sesuatu disiplin ilmu tertentu. Artinya pola kerangka atau sistematika pendekatan disiplin dimulai dari menyampaikan konsep-konsep dari suatu disiplin, baru kemudian menambahkan konsep-konsep disiplin lainnya. Yang bertujuan untuk mendukung konsep-konsep disiplin tersebut. Misalnya dimulai dari disiplin sejarah atau dari geografi atau dari ekonomi, dan sebagainya.
Cara penyampaian dalam pendekatan disiplin adalah dengan mempertautkan konsep-konsep lain yang bersifat menunjang yang dilakukan secara sistematis.
Tujuan dari pendekatan disiplin antara lain :
·      Mendukung tujuan IPS dalam kurikulum
·      Untuk mendapatkan pengertian yang lebih mendalam tentang konsep-konsep ilmu sosial tertentu
·      Untuk menelaah lebih lanjut tentang lingkup utama kegiatan manusia
·      Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang konsep-konsep tertentu dari suatu disiplin dengan disiplin yang lain.
·      Untuk memberikan bahan yang lebih banyak dan lebih luas kepada IPS

Jumat, 21 Maret 2014

MANUSIA DAN PERADABAN DAN DINAMIKA PERADABAN GLOBAL



A. Hakikat Peradaban
Peradaban memiliki kaitan yang erat dengan kebudayaan. Kebudayaan pada hakikatnya adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemampuan cipta (akal) manusia menghasilkan ilmu pengetahuan. Kemampuan rasa manusia melalui alatalat indranya menghasilkan beragam barang seni dan bentuk-bentuk kesenian. Sedangkan karsa manusia menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan, dan kebahagiaan sehingga menghasilkan berbagai aktivitas hidup manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
Koentjaraningrat (1990) berusaha memberikan penjelasan sebagai berikut. Istilah kebudayaan ada pula istilah peradaban. Hal ini adalah sama dengan istilah dalam bahasa Inggris civilization yang biasanya dipakai untuk menyebutkan bagian atau unsure dari kebudayaan yang harus maju dan indah.
Kebudayaan berasal dari kata culture, istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan.
Peradaban berasal dari kata adab, yang dapat diartikan sopan, berbudi pekerti, luhur, mulia, berakhalak, yang semuanya menunjuk pada sifat yang tinggi dan mulia. Huntington (2001) mendefinisikan perdaban (civilization) sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species.
Peradaban merupakan tahap tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula, yang telah mecapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang telah maju.

Administrasi Kurikulum dan Administrasi Personalia



A.           Administrasi Kurikulum

1.    Pengertian Administrasi Kurikulum
Dalam kegiatan proses pembelajaran, kurikulum sangat dibutuhkan. Kurikulum sebagai pedoman untuk menyusun target dalam proses belajar mengajar. Namun, dalam memahami hakikat kurikulum sering kali terjadi perbedaan persepsi dan pemahaman.
Untuk itu berikut ini dikemukakan beberapa pengertian kurikulum tersebut:
a.       Kurikulum dipandang sebagai suatu bahan tertulis yang berisi uraian  tentang program pendidikan suatu sekolah yang harus dilaksanakan dari tahun ke tahun.
b.      Kurikulum dilukiskan sebagai bahan tertulis untuk digunakan para guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.
c.       Yang dimaksud dengan kurikulum adalah suatu usaha untuk menyampaikan asas-asas dan ciri-ciri yang penting dari suatu rencana dalam bentuk yang sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan guru di sekolah.
d.      Kurikulum diartikan sebagai tujuan pengajaran, pengalaman-pengalaman belajar dan cara-cara penilaian yang direncanakan dan digunakan dalam pendidikan.
e.       Kurikulum di pandang sebagai program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu.
Kelima pengertian yang dikemukakan di atas, pengertian kurikulum yang terakhir (kelima) menjadi pandangan atau wawasan dalam karya tulis ini mengingat lebih sederhana dan menggambarkan suatu pengertian di mana kurikulum diartikan sebagai suatu program pendidikan serta dinyatakan dalam bentuk yang lebih umum sifatnya.

Minggu, 23 Februari 2014

FAKTOR PENYEBAB GANGGUAN DISIPLIN KELAS



A.            Faktor  Penyebab Gangguan Disiplin  Dari Segi  Siswa
Gangguan  disiplin kelas dapat saja terjadi  setiap  saat dalam proses pembelajaran yang akan mengganggu kelancaran pembelajaran tersebut.  Oleh sebab itu  guru  perlu mengenal  ciri-ciri perilaku siswa yang dapat menimbulkan  gangguan disiplin kelas  dan berdasarkan pengetahuan tersebut  akan dapat memprediksi  cara menghindari atau mengatasi masalah tersebut.
Perilaku manusia  pada umumnya disebabkan karena adanya dorongan dalam diri  yang perlu  dipenuhi  yang akan menimbulkan rasa puas dalam diri  orang. Begitu juga halnya dengan anak-anak. Ada lima tingkatan kebutuhan manusia  yaitu:

Kamis, 12 Desember 2013

Program dan Organisasi Bimbingan dan Konseling



A.    Program Bimbingan dan Konseling
1.      Pengertian Program Bimbingan Konseling di SD
Program bimbingan dan konseling merupakan suatu rencana kerja atau kegiatan yang akan dilakukan dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Rencana ini disusun secara sistematis dan terpadu oleh petugas bimbingan dan konseling di sekolah dasar, yang terdiri dari Kepala Sekolah, guru kelas, dan guru-guru lain. Program bimbingan dan konseling yang terarah dan terpadu mengandung bebrapa keuntungan, antara lain:
a.       Pelayanan bimbingan dan konseling akan sesuai dengan kebutuhan murid-murid
b.      Pelayanan bimbingan dan konseling akan dapat membantu murid secara menyeluruh
c.       Pelayanan bimbingan dan konseling akan mudah di nilai
d.      Pelayanan bimbingan dan konseling akan sesuai dengan tenaga, dana, dan waktu yang tersedia.

CARA BELAJAR SISWA AKTIF (CBSA)



A.      Pengertian CBSA

            Cara belajar siswa aktif (CBSA) merupakan istilah yang muncul dari istilah student active learning dalam bahasa inggris. Untuk memahami pengertian CBSA,Mohammad ali (1984) menyarankan dua  Sudut pandang ,yaitu CBSA sebagai suatu konsep dan CBSA sebagai pendekatan dalam belajar mengajar.
Sebagai suatu konsep ,CBSA merupakan  konsep dalam mengembangkan keaktifan proses belajar mengajar,baik keaktifan mengenai kegiatan guru maupun keaktifan mengenai kegiatan peserta didik. Untuk meningkatkan proses pengajaran ini,sudah tentu guru membuat perencanaan dengan sebaik-baiknya dan melaksanakan pengajaran tersebut berdasarkan rencana yang telah dibuat itu.dengan cara demikian hasil belajar peserta  didik diharapkan menjadi lebih baik dibandingkan dengan pengajaran yang berpusat pada peserta didik.CBSA merupakan usaha mempertemukan  dua kutub ekstrim dalam pengajaran ,yaitu  guru aktif  peserta didik pasif-peserta didik aktif ,sehingga terjadi keseimbangan keaktifan tersebut baik di pihak guru maupun di pihak peserta  didik.

Sabtu, 07 Desember 2013

SISTEM HUKUM NASIONAL



A.      Konsep Tentang Hukum
Sebelum kita membahas sistem hukum, kita pahami lebih dahulu pengertian hukum, tujuan hukum, penggolongan hukum, dan tata urutan peraturan perundang-undangan Indonesia.
1.        Pengertian hukum
L. J. van Apeldoorn menyatakan bahwa hukum memiliki banyak segi dan bentuk. Cakupan hukum itu sangat luas. Karena itu, sulit membuat definisi hukum yang dapat mencakup berbagai segi itu. Sejauh ini, ada beberapa definisi hukum yang telah dikemukakan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut :
a.    Hukum adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan, ditujuan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat, dan menjadi pedoman-pedoman bagi penguasa-penguasa Negara dalam meluakukan tugasnya. (EM. Mayers)
b.    Hukum adalah rangkaian peraturan yang mengikat baik rakyat maupun penguasa. (Aristoteles)
c.    Hukum itu ialah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat, yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman. (J.T.C. Sumorangkir)
d.   Hukum adalah himpunan petunjuk hidup –perintah dan larangan– yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat, dan seharusnya ditaati oleh seluruh anggota masyarakat yang bersangkutan, oleh karena itu pelanggaran petunjuk hidup tersebut dapat menimbulkan tindakan oleh pemerintah atau penguasa itu. (E. Utrecht)
 

This Template Was Found On Elfrida Chania's Blog. Copyrights 2011.